13/10/19

Celah Keamanan iTunes Di Sistem Operasi Windows Dapat Disisipkan Ransomware

Jika anda merupakan pengguna dari iTunes di PC dengan sistem operasi Windows, anda harus melakukan pembaharuan iTunes ke versi baru.

Sebuah temuan dari firma keamanan Morphisec, mengungkapkan bahwa ada keamanan di iTunes Windows yang dapat diekploitasi sehingga memungkinan peretas untuk menyisipkan aplikasi ransomware ke PC dengan melalui sebuah software.

Kerentanan ini ditemukan dalam sebuah path di Bonjour yang merupakan software yang digunakan oleh Apple untuk melakukan push update.

File yang disisipkan tersebut biasanya harus dilampirkan dengna tanda kutip sehingga menjadi lebih mudah bagi sistem untuk menemukan file terseut. Akan tetapi, ketika file tersebut tidak dikutip maka file tersebut menjadi terbuka dan memungkinan untuk dapat dieksploitasi.

Celah Keamanan iTunes Di Sistem Operasi Windows Dapat Disisipakn Ransomware

Saat itulah, penyerang akan menambahkan file berbahaya kedalam jalur layanan sekaligus memotong software keamanan.

Apple tidak sendirian dalam hal ini karena kerentanan ini juga ditemukan pada berbagai aplikasi lainnya selama lebih daru satu dekate terakhir. Sejak itu, Apple telah melakukan perbaikan dan pembaharuan untuk mengatasinya.

Oleh karenanya, pengguna disarankan untuk memperbaharui aplikasi dari iTunes pada perangkat Windows yang mereka miliki untuk menghindari masalah diatas kemudian hari.

Ransomware merupakan aplikasi yang dapat menyebabkan perangkat terkunci dengan sendirinya yang dimana untuk melepaskan kunci tersebut hanya bisa dilakukan oleh pembuat aplikasi tersebut. Ransomware ini sering digunakan oleh peretas untuk memeras pemilik perangkat dengan sejumlah uang supaya dapat membuka kunci dari file yang terenkripsi.

Pada beberapa kasus bahkan para peretas tersebut tidak memberikan kunci tersebut walaupun telah menerima pembayaran yang mereka inginkan.

Sebelumnya pada pertengahan 2019, Apple secara resmi mengumumkan akan menutup layanan iTunes pada akhir tahun ini. Pengumuman ini dilakukan oleh Apple pada WWDC 2019.

Sebagai pengganti iTunes, Apple telah menyiapkan tiga aplikasi terpisah untuk para pengguna Mac yang dimana masing-masing aplikasi memiliki fungsi seperti iTunes seperti akses musik, podcast hingga TV. Konsep ini merupakan konsep yang sama dengan apa yang dimiliki oleh iPhone saat ini.

Adapun penutupan iTunes ini akan dimulai bersamaan dengan mulai dirilisnya macOS Catalina yang menjadi sistem operasi Mac terbaru dari Apple.

Walaupun akan ditutup, Apple juga memastikan bahwa semua konten yang telah dibeli dan diunduh oleh pengguna melalui iTunes akan tetap tersedia dan dapat digunakan.

"Pengguna masih dapat mengakses semua perpustakaan musik yang dimilikinya baik itu lagu yang diunduh, beli ataupun yang disalin dari DC," ungkap Apple.

Untuk pengguna Windows sendiri, Apple memberikan jaminan bahwa perubahan ini tidak akan mempengaruhi iTunes pada sistem operasi buata Microsoft tersebut. Penggunaan iTunes Store gift card pun masih dapat dilakukan.

Apple menjelaskan bahwa keputusan untuk menutup iTunes karena fokus layanan yang telah terlalu besar sehingga membutuhkan aplikasi khusus untuk menangani masing-masing keperluan pengguna seperti memutar lagu ataupun podcast.