17/10/19

Samsung Disebutkan Akan Umumkan Galaxy Fold 2 Pada April 2020

Saat ini Samsung Galaxy Fold hanya tersedia secara terbatas untuk beberapa negara di dunia seperti Korea Selatan, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman dan Singapura.

Walaupun masih dijual untuk beberapa negara saja, laporan terbaru menyebutkan bahwa Samsung tengah mempersiapkan rencana untuk meluncurkan Galaxy Fold 2 pada April 2020. Smartphone yang akan menjadi penerus dari Galaxy Fold edisi pertama ini diberi kode nama "Bloom".

Samsung Disebutkan Akan Umumkan Galaxy Fold 2 Pada April 2020

Samsung sepertinya tidak ingin mengulangi hal yang sama ketika akan meluncurkan Galaxy Fold dulu yaitu ditunda beberapa kali dari jadwalnya. Galaxy Fold 2 ini disebutkan akan dijual ke pasaran yang lebih luas sebulan setelah Galaxy S11 dirilis pada maret 2020 medatang.

Lebih lanjut, laporan tersebut juga mengungkapkan beberapa informasi menarik lainnya mengenai spesifikasi smartphone yang memiliki fitur layar lipat ini.

Samsung pada Galaxy Fold 2 ini akan memiliki layar sebesar 6,7 inci atau 8,1 inci yang dimana belum diputuskan oleh Samsung walaupun berbagai rumor mengungkapkan bahwa layar dari Galaxy Fold anyar ini akan sekitar 6,7 inci.

Jika menggunakan layar 8,1 inci maka dipatikan bahwa Galaxy Fold 2 ini akan memiliki ukuran yang lebih besar daripada seri saat ini.

13/10/19

Celah Keamanan iTunes Di Sistem Operasi Windows Dapat Disisipkan Ransomware

Jika anda merupakan pengguna dari iTunes di PC dengan sistem operasi Windows, anda harus melakukan pembaharuan iTunes ke versi baru.

Sebuah temuan dari firma keamanan Morphisec, mengungkapkan bahwa ada keamanan di iTunes Windows yang dapat diekploitasi sehingga memungkinan peretas untuk menyisipkan aplikasi ransomware ke PC dengan melalui sebuah software.

Kerentanan ini ditemukan dalam sebuah path di Bonjour yang merupakan software yang digunakan oleh Apple untuk melakukan push update.

File yang disisipkan tersebut biasanya harus dilampirkan dengna tanda kutip sehingga menjadi lebih mudah bagi sistem untuk menemukan file terseut. Akan tetapi, ketika file tersebut tidak dikutip maka file tersebut menjadi terbuka dan memungkinan untuk dapat dieksploitasi.

Celah Keamanan iTunes Di Sistem Operasi Windows Dapat Disisipakn Ransomware

Saat itulah, penyerang akan menambahkan file berbahaya kedalam jalur layanan sekaligus memotong software keamanan.

Apple tidak sendirian dalam hal ini karena kerentanan ini juga ditemukan pada berbagai aplikasi lainnya selama lebih daru satu dekate terakhir. Sejak itu, Apple telah melakukan perbaikan dan pembaharuan untuk mengatasinya.

Oleh karenanya, pengguna disarankan untuk memperbaharui aplikasi dari iTunes pada perangkat Windows yang mereka miliki untuk menghindari masalah diatas kemudian hari.

Ransomware merupakan aplikasi yang dapat menyebabkan perangkat terkunci dengan sendirinya yang dimana untuk melepaskan kunci tersebut hanya bisa dilakukan oleh pembuat aplikasi tersebut. Ransomware ini sering digunakan oleh peretas untuk memeras pemilik perangkat dengan sejumlah uang supaya dapat membuka kunci dari file yang terenkripsi.

Pada beberapa kasus bahkan para peretas tersebut tidak memberikan kunci tersebut walaupun telah menerima pembayaran yang mereka inginkan.

Sebelumnya pada pertengahan 2019, Apple secara resmi mengumumkan akan menutup layanan iTunes pada akhir tahun ini. Pengumuman ini dilakukan oleh Apple pada WWDC 2019.

Sebagai pengganti iTunes, Apple telah menyiapkan tiga aplikasi terpisah untuk para pengguna Mac yang dimana masing-masing aplikasi memiliki fungsi seperti iTunes seperti akses musik, podcast hingga TV. Konsep ini merupakan konsep yang sama dengan apa yang dimiliki oleh iPhone saat ini.

Adapun penutupan iTunes ini akan dimulai bersamaan dengan mulai dirilisnya macOS Catalina yang menjadi sistem operasi Mac terbaru dari Apple.

Walaupun akan ditutup, Apple juga memastikan bahwa semua konten yang telah dibeli dan diunduh oleh pengguna melalui iTunes akan tetap tersedia dan dapat digunakan.

"Pengguna masih dapat mengakses semua perpustakaan musik yang dimilikinya baik itu lagu yang diunduh, beli ataupun yang disalin dari DC," ungkap Apple.

Untuk pengguna Windows sendiri, Apple memberikan jaminan bahwa perubahan ini tidak akan mempengaruhi iTunes pada sistem operasi buata Microsoft tersebut. Penggunaan iTunes Store gift card pun masih dapat dilakukan.

Apple menjelaskan bahwa keputusan untuk menutup iTunes karena fokus layanan yang telah terlalu besar sehingga membutuhkan aplikasi khusus untuk menangani masing-masing keperluan pengguna seperti memutar lagu ataupun podcast.

Platform Taruhan Ini Hadirkan Layanan Permainan Lotere

Platform dan penyedia taruhan online, BtoBet bekerjasama dengan iLotto Solution untuk meluncurkan layanan lotere dan togel baru pada platform yang mereka miliki.

Dibawah ketentuan kerjasama ini, iLotto Solution akan membuat semua portofolio permainan lottere dan judi togel yang mereka miliki tersedia di platfomr BtoBet sehingga dapat dimainkan oleh konsumen dari BtoBet.

Platform Taruhan Ini Hadirkan Layanan Permainan Lotere

"Produk lotere ini sangatlah kuat dalam hal pasar berkembang dengan tidak hanya memiliki teknologi yang ringan tetapi juga membuat operator dapat memaksimalkan kesempatan tunuk membuka lotere secara internasional untuk pasar berkembang yang mana membuat pemain dapat memasang taruhan yang lebih efektif secara biaya," ungkap CEO BtoBet, Alessandro Fried.

Layanan lotere dan togel ini akan membuat para pemain dapat secara efektif untuk mengatur pembelian mereka termasuk strategi untuk memenangkan taruhan. Layanan ini juga diharapkan dapat membantu operator seperti BtoBet untuk meningkatkan pengalaman bermain dari para pemain.

Produk ini juga menawarkan kontek lokal yang dimana dapat disesuaikan dengan kebutuhan operator seperti bahasa, jackpot hingga mata uang.

06/10/19

Alasan Mengapa Blackberry Belum Tertarik Masuk Ke Industri Ponsel 5G

Seiring dengan dimulainya penggunaan jaringan 5G di beberapa negara, para vendor smartphone telah mulai merilis produk anyar yang mendukung 5G yang mereka miliki.

Akan tetapi bagaimana dengan Blackberry yang pernah menjadi raja smartphone? Perusahaan yang berasal dari Kanada tersebut disebutkan belum berminta untuk memproduksi perangkat dengan teknologi 5G. Alasan utama keenganan Blackberry tersebut diutarakan oleh General Marketing TCL yang menangani produksi perangkan Blackberry, Stefan Streit.

Menurutnya, teknologi 5G menghadirkan banyak peluang baru terutama untuk segmen hiburan akan tetapi rupanya Blackberry menganggap bahwa teknologi tersebut belum begitu relevan dengan perangkat yang mereka miliki dan tidak begitu sesuai dengan rencana jangka pendek yang dimiliki oleh perusahaannya.

Alasan Mengapa Blackberry Belum Tertarik Masuk Ke Industri Ponsel 5G

"Blackberry bukanlah perangkat hiburan. Saya tidak melihat manfaat 5G untuk Blackberry beserta teknologinya," jelas Stefan yang menyampaikan bahwa 5G akan cocok untuk TV ataupun barang elektronik rumah lainnya yang mengusung konsep smart akan tetapi bukan untuk Blackberry.

Walaupun begitu, bukan berati bahwa TCL tidak akan merilis ponsel 5G. Disebutkan bahwa TCL akan memasuki industri ponsel 5G dengan brand Alcatel yang mereka miliki, itu pun dengan harga yang cukup terjangkau.

"Kami akan merilis smartphone 5G dengan harga yang lebih terjangkau pada pertengahan tahun depan," jelas Stefen.
Kondisi Blackberry sendiri hingga saat ini memang berbeda jauh dibandingkan dengan 10 tahun lalu ketika booming smartphone dimulai. Dibawah bendera perusahaan Research In Motion, Blackberry menjadi raja pasar smartphone dengan keyboard QWERTY sebagai ciri khasnya.
Selama tahun 2019 ini, Blackberry bahkan tidak merilis ponsel baru. Blackberry sendiri disebutkan saat ini lebih fokus pada bidang privasi dan perlindungan data yang memang menjadi keunggulannya.

Facebook Hapus Ratusan Akun Palsu Yang Berasal Dari Indonesia

Facebook terus memerangi akun palsu, Pages dan Group radikal ataupun menyebarkan hoax di platform mereka.

Baru-baru ini, Facebook disebutkan telah menghapus ratusan akun palsu yang sebagian besar diantaranya melancarkan gerakan yang terkoordinasi untuk mendukung separatisme di Papua Barat. Sebagian lainnya berlawanan dan mengkritisi pergerakan dari kemerdekaan Papua Barat.

"Orang yang berada di belakang jaringan ini menggunakan akun palsu untuk mengelola Pages, penyebaran konten dan juga mengalihakn pengguna ke situs lain yang melakukan gerakan yang serupa," tulis Nathaniel Gleicher, Head of Security Facebook.

Facebook Hapus Ratusan Akun Palsu Yang Berasal Dari Indonesia

Unggahan akun palsu tersebut ditulis dengan Bahasa Inggris dan juga Indonesia. Walaupun pemiliknya berupaya untuk menyamarkan identitasnya tetapi Facebook berhasil menemukan keterkaitan dari akun-akun ini dengna perusahaan media asal Indonesia yaitu InsightID.

Jumlah akun yang dihapus terdiri dari 69 akun, 42 Pages dan 34 akun pada Instagram yang merupakan platform yang juga dimiliki oleh Facebook. Dua Pages yang dihapus antaranya menggunakan naman "Papua West" dan "West Papua Indonesia".

Akundan laman palsu ini memiliki pengikut atau follower dalam jumlah besar. Gleicher menjelaskan setidaknya terdapat 410 ribu akun yang mengikuti satu laman atau lebih di Facebook. Di platform Instagram, terdapat sekitar 120 ribua kun yang mengikuti paling tidak satu akun palsu yang dimaksud.

Pemilik haringan akun palsu ini juga membelanjakan uang hingga 300 ribu dollar AS atau Rp 4,2 miliar untuk dapat mengoptimalkan penyebaran konten yang mereka miliki melalui iklan di Facebook atau Facebook Ads.

Selain di Indonesia, Facebook juga turut menghapus jaringan akun palsu yang ditemukan di negara lain seperti Uni Emirat Arab, Mesir dan Niegeria. Jumlah akun dan laman palsu yang dihapus ini mencapai ratusan.

"Kampanye akun palsu di negara seperti Nigeria, Mesir dan Uni Emirat Arat tidaklah terkait dengan jaringan Indonesia. Tapi setiap jaringan tersebut memiliki satu tujuan yang sama yaitu menyesatkan pengguna lain terkait berbagai informasi terutama mengenai isu politik," kata Gleicher.

01/10/19

Instagram Hapus Fitur Yang Biasa Digunakan Untuk Melakukan Stalking

Instagram diam-diam telah menghilangkan fitur "Following Tab" pada laman "Activity". Fitur tersebut sering digunakan oleh pengguna Instagram untuk melakukan "Stalking" atau melihat-lihat apa saja yang disukai, dikomentari dan diikuti dari akun yang diikuti dalam beberapa jam terakhir.

Following Tab dapat ditemukan dengan mengetuk tab notifikasi atau ikon hati, lalu menggeser layar kearah kanan. Kini setelah Instagram menghapusnya dengan menyisakan notifikasi pemilik akun saja yang tersisa.

Instagram telah mengonfirmasi penghapusan ini yang dimana telah memasuki tahap uji coba tanpa adanya penjelasan lebih lanjut dari pihak Instagram.

Instagram Hapus Fitur Yang Biasa Digunakan Untuk Melakukan Stalking

Beberapa pengguna telah menyampaikan keluhannya mengenai hilangnya fitur ini di forum Reddit sejak awal Agustus lalu.

"Saya tidak menemukan "Following Tab" pada laman aktivitas yang sama miliki saat ini. Saya telah melaporkan masalah ini ke Instagram akan tetapi tidak membuahkan hasil apapun," tulis salah satu pengguna di Reddit.

Pengguna lainnay bahkan mengaku sampai membuat akun baru untuk memastikan fitur Following Tab yang hilang pada akun lamanya. Penghapusan tersebut kemungkinan belum merata sejauh ini.

Masih ada beberapa pengguna yang masih dapat menggunakan fitur ini untuk melakukan "Stalking" pada aktivitas teman atau kenalan mereka melalui fitur ini. Walaupun demikian, terdapat pengguna yang juga bersyukur atas hilangnya fitur Following Tab.

"Instagram memang harus menghapus fitur tersebut. Sangat menyakitkan ketika kita diabaikan oleh seseorang tapi melihatnya sibuk untuk menyukai postingan orang lain," ungkap salah satu pengguna lainnya.

Saat ini Instagram dikabarkan sedang melakukan beberapa perombakan yang dimana salah satunya adalah menghadirkan fitur dark mode. Fitur dark mode ini telah hadir untuk beberapa pengguna. Selain itu, Instagram juga menghadirkan fitur untuk membula filter wajah 3D.

Apple Dapatkan Sertifikasi TKDN Untuk Trio iPhone 11

Kabar baik untuk para penggemar produk Apple di Indonesia. Ada kemungkinan trio iPhone 11, 11 Pro dan 11 Pro Max terbaru akan segera tersedia di Indonesia. Indikasi tersebut adalah ketiga perangkat tersebut telah lolos tahap sertifikasi TKDN dari Kementerian Perindustrian.

Mengacu pada laman TKDN Kementerian Perindustrian, PT Apple Indonesia selaku perwakilan Apple di Indonesia telah mendapatkan sertifikasi pada 23 September dengan nomor 387/SJ-IND.8/TKDN/9/2019.

Apple Dapatkan Sertifikasi TKDN Untuk Trio iPhone 11

Baik iPhone 11, 11 Pro dan 11 Pro Max sama-sama telah mengantongi angka 30 persen yang merupakan angka terendah untuk dapat lolos sertifikasi TKDN. Angka 30 persen pada TKDN merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi setiap produk 4G yang ingin dipasarkan di Indonesia.

Apple sendiri diketahui memilih jalur komitmen investasi untuk memenuhi TKDN dibandingkan jalur hardware dan software yang dilakukan oleh vendor lain.

Sejauh ini belum diketahui kapan trio iPhone 11 ini akan dijual di Indonesia. Menilik peluncuran iPhone XS dan XR, ketiga iPhone baru ini kemungkinan akan menyapa Indonesia pada pertengahan Desember yang akan datang.

Di AS, iPhone 11 dijual paling murah adalah 699 dollar AS, 11 Pro dengan harga 999 dollar AS dan 11 Pro Max 1.099 dollar AS. Berkaca dari tahun sebelumnya, selisih harga AS dan Indonesia biasanya akan sekitar Rp 5 jutaan.

Sebagai perbandingan, harga paling murah untuk iPhone XR di Amerika Serikat adalah 749 dollar AS atau sekitar Rp 10,7 juta sedangkan di Indonesia di jual dengan harga Rp 15,2 juta.

iPhone XS dijual dengan harga 999 dollar AS atau Rp 14,3 juta di Amerika Serikat sedangkan di Indonesia di jual Rp 20,5 juta. Untuk tipe yang tertinggi yaitu XS Max dijual 1.099 dollar AS atau Rp 15,8 juta di Amerika Serikat sedangkan Indonesia Rp 22,5 juta.