22/07/19

Pengguna Facebook Australia Diminta Hati-Hati Atas Tindak Penipuan Melalui Facebook

Teman palsu tengah menargetkan pengguna Facebook di Australia yang dimana melakukan tindak penipuan dengan modus memenangkan undian dengan mewajibkan korban membayar sejumlah biaya terlebih dahulu sebelum dapat mengambil uang tersebut

Pengawas Penipuan dari Badan Pelindungan Konsumen dan Kompetisi Perusahaan Australia memberikan peringatan terhadap para pengguna Facebook untuk berhati-hati karena teknik penipuan yang tergolong lama ini telah menemukan celah baru.

Sejauh ini telah ada 37 korban yang dilaporkan telah ditipu dengan dana total kerugian mencapai 600 ribu dollar AS selama beberapa bulan terkahir ini.

Pertama, para pelaku akan melakukan kloning dari profile Facebook orang biasa dan setelah itu mereka akan melihat daftar teman yang dimiliki pengguna tersebut.

Kemudian mereka akan mengirimkan permintaan pertemanan baru dan setelah diterima, mereka akan melakukan tahap penipuannya.

Korban pertama-tama akan dihubungi oleh pelaku melalui akun Facebook teman palsu yang mereka buat melalui Messenger. Mereka akan bertanya apakah korban telah menerima uang yang mereka menangkan. Para pelaku beralasan bahwa nama korban berada di sebuah daftar pemenang hadiah undiah berhadiah ataupun sejenis lotere dan togel.

Pengguna Facebook Australia Diminta Hati-Hati Atas Tindak Penipuan Melalui Facebook

Karena pesan tersebut berasal dari teman, korban lalu tidaklah curiga bahwa proses penipuan tengah berlangsung. Dari sana, para korban akan dialihkan ke sebuah halaman Facebook palsu ataupun website yang dimana mencantumkan nama korban sebagai salah satu pemenang.

Setelah korban mengetahui dan menyakini status pemenang tersebut, maka pelaku akan mengarahkan korban pada sebuah proses klaim yang tidak pernah berujung.

Mereka akan mulai meminta biaya untuk memproses kemenangan didepan, dan juga dituntut untuk menyediakan data pribadi beserta informasi keuangan yang mereka miliki sebelum hadiah tersebut dapat diambil.

Pelaku akan mulai beralasan mengapa hadiah tersebut belum dapat diambil sekaligus meminta kembali uang tambahan untuk mempercepat proses tersebut.

Komisioner Badan Perlindungan Konsumen Australian bagian Barat David Hillyard mengatakan bahwa sebuah telepon ke pusat informasi akan menghindari para korban dari kerugian dari penipuan ini.

"Pertanyaannya mengapa anda dapat mendapatkan uang hadiah dari sesuatu yang tidak anda daftarkan ataupun dari sebuah pemainan lotere atau togel yang tidak anda mainkan, jadi setiap saat anda harus memeriksa kembali sebuah informasi yang menyatakan anda memenangkan hadiah terutama jika diminta mengirim uang terlebih dahulu," katanya.

"Selain itu daripada menggunakan media sosial untuk berkomunikasi, anda juga dapat menghubungi teman anda secara langsung untuk mempertanyakan hal yang disampaikan mengenai hadiah tersebut.
"Pencarian secara online untuk nama perusahaan dan organisasi yang memberikan anda hadiah tersebut juga dapat membantu mengungkap penipuan ini," kata Hillyard.