25/07/19

GoFood Kampanyekan Kepada Masyarakat Untuk Kurangi Sampah Plastik

Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Indonesia merupakan negara yang melakukan pencemar plastik di laur terbesar kedua di dunia. Per harinya, diseluruh Indonesia menghasilkan 175 ribu ton limbah per hari dan 15 persen diantaranya merupakan limbah plastik yang digunakan untuk kemasan makanan dan tas belanja sekali pakai.

Berbagai langkah dilakuakn untuk mengurangi plastik dari pihak penjual, salah satunya adalah GoFood yang memberikan pilihan kepada pelanggan untuk tidam menggunakan alat makan sekali pakai. Pihak GoFood akan menerapkan biaya tambahan terhadap konsumen untuk peralatan makan sekali pakai melalui aplikasinya.

GoFood menggandeng lembaga dan organisasi terkemuka dalam bidang pelestarian lingkungan diantaranya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta World Wide Fund for Nature atau WWF Indoensia yang merupakan sebuah organisasi nirlaba terbesar untuk bidang lingkungan hidup di Indonesia.

GoFood Kampanyekan Kepada Masyarakat Untuk Kurangi Sampah Plastik

"Pemerintah telah mempunyai kebijakan pengelolaan sampah secara nasional dan memastikan percepatan penerapan dan pelaksanaan pembangunan yang didaerah. Terdapat 14 kota dan 1 provinsi yaitu Bali yang telah melakukan pelarangan penggunaan plastik sekali pakai. Oleh karena itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberikan apresiasi kepada GoFood sebagai sebuah aplikasi layanan pesan-antar makanan di Indonesia pertama yang mendukung kebijakan pemerintah untuk mengurangi sampah plastik dengan memberikan pilihan kepada konsumen dari GoFood untuk tidak menggunakan plastik sekali pakai," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rosa Vivien Ratnawati.

"Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai yang banyak digunakan ketika belanja. Kami berharap bahwa semua pihak baik itu produsen hingga konsumen dapat mengikuti apa yang dilakukan oleh Gojek dengan GoFood nya untuk menjadi motor perubahan ini," lanjutnya.

GoFood saat ini memunggut biaya ekstra sebesar Rp 1.000 hingga Rp 3.000 untuk konsumen yang ingin menggunakan alat makan sekali pakai pada pesanannya. Terdapat pilihan "Set Alat Makan" di kolom paling bawah menu dan jika pengguna tidak memasukan jumlah pada pilihan tersebut maka secara otomatis konsumen dianggap tidak meminta alat makan sekali pakai.

Lebih dari 750 outlet dan merchant GoFood di Jabodetabek, bandung, Surabaya dan Bali yang telah bergabung dalam program GoFood yang merupakan bagian dari partisipasi Gojek dalam program pemerintah dalam mengatasi limbah sampah plastik di Indonesia.

Selain memasukan biaya tambahan untuk alat makan sekali pakai dan plastik, GoFood akan mulai melengkapi para driver dengan tas pengiriman yang baru sehingga pada mitra merchant tidak lagi perlu mengemas makanan kedalam tas plastik akan tetapi kedalam tas ini.